Memperhatikan banyaknya faktor yang mempengaruhi lemahnya minat baca ini, mau tidak mau semua elemen perbukun harus berupaya melakukan langkah konkret dalam mewujudkan generasi gemar membaca.
Ikapi sebagai organisasi yang berada di garda terdepan dalam pengembangan perbukuan Indonesia merasa perlu untuk melakukan kampanye pentingnya buku dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai titik tolaknya, Ikapi telah mempelopori untuk mencanangkan 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional.
Buku
Hari Buku Nasional
Merentas Karier di Dunia Perbukuan, Siapa sudi?
Oleh Hikmat Kurnia
Dalam sebuah seminar tentang pilihan kareir setelah keluar dari kampus, saya dihadapkan pada pertanyaan: mengapa memilih karier di dunia perbukuan? Apa nilai lebih yang didapatkan dengan bergiat di industri perbukuan dibandingan dengan industri lainnya? Kalau kita tertarik dengan industri buku, modal apa yang diperlukan? Pertanyaan-pertanyaan itu memang menjadi sangat mudah dijawab, kalau jawabannya mengambil kasus personal. Namun, tentu saja memerlukan penjelasan lebih panjang lebar ketika yang dibutuhkan adalah acuan-acuan yang bersifat umum dan bisa diterapkan dalam kondisi yang berbeda.
Keprigelan Seorang Editor
Oleh Hikmat Kurnia
Jika kita mempunyai cita-cita dan melihat sebuah peluang, berteguhlah. Dengan cara itu, kita tidak hanya mencapai tujuan, tetapi menemukan sebuah keajaiban.
Apa sebenarnya yang bisa dilakukan seorang editor dalam bisnis perbukuan? Pertanyaan itu kerap kali saya terima setiap kali diskusi tentang peran editor. Bisa jadi pertanyaan itu muncul karena kondisi lingkungan usaha penerbitan buku telah mengalami perubahan. Pola penerbit lama yang menunggu naskah, menerjemahkan, sangat berorientasi produk, sangat tergantung pada proyek, dan hanya mengandalkan nama besar (penerbit atau penulis) mulai bergeser.
Dicari Guru yang Penulis
Ketika novel karya Andrea Hirata Laskar Pelangi terbit dan menjadi perbincangan banyak kalangan, masyarakat disadarkan tentang potret dunia pendidikan Indonesia . Pembaca disuguhkan sebuah kenyataan di masa lalu tentang bukti adanya gap yang besar antara satu sekolah dengan sekolah lain di sebuah pulau yang kaya raya. Sekolah yang satu ternyata mendapat fasilitas yang serba baik, sementara sekolah lainnya serba kekurangan.Padahal, kedua sekolah itu berdekatan. Untungnya, murid dan guru sekolah yang serba kekurangan itu mempunyai semangat yang luar biasa. Keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk melahirkan ide-ide kreatif.


